
PowerShot V1 dirancang tanpa viewfinder agar ramping dan ringan (426 gram). Framing dilakukan dengan kamera LCD touch-screen fully-articulated berdiagonal 3 inci yang dapat diputar ke segala arah, termasuk menghadap ke depan. Terdapat handgrip serta sejumlah kendali eksternal untuk mempermudah penggunaan, termasuk mode dial, tombol record, serta control ring di sekeliling lensa.
Canon turut menyematkan kipas pendingin internal sehingga PowerShot V1 diklaim mampu merekam video 4K 60 fps (1,4x crop) hingga dua jam. Perekaman 4K 30 fps full-width juga didukung.
Di bagian atas terdapat multi-function hotshoe untuk memasang flash atau aksesori audio. Konektor headphone dan mikrofon pun disediakan. Apabila pengguna ingin menggunakan mikrofon stereo terintegrasi, PowerShot V1 datang dengan windscreen untuk mengurangi suara angin.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima 91Mobiles Indonesia, Canon Powershot V1 dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 17.499.000.
Selain PowerShot V1, PT Datascrip juga merilis Canon EOS R50 V yang merupakan kamera mirrorless ringkas bersensor APS-C (24,2 MP). Seperti PowerShot V1, EOS R50 V difokuskan untuk video dengan desain tanpa viewfinder dan LCD touch screen fully articulated.
Canon EOS R50 V dijual seharga Rp 12.999.000 untuk versi body only dan bisa dipasangkan dengan lensa untuk kamera-kamera mirrorless Canon, seperti RF-S 14-30 mm f/4-6.3 IS STM PZ yang dijual seharga Rp 7.299.000.