
Rumor terkait perkiraan harga rilis Steam Machine terbaru sudah berseliweran sejak beberapa waktu lalu. Kini, Valve akhirnya memberikan pertanyaan resmi soal banderol harga perangkat gaming tersebut. Sebagaimana dirangkum 91Mobiles Indonesia dari Vice, Steam Machine tidak akan mengusung harga serupa konsol, melainkan lebih mirip harga sebuah PC.
Sedari awal memang sudah ada rumor serupa yang mengatakan harga Steam Machine akan setara sebuah PC. Akan tetapi, sejumlah ahli hardware mengatakan bahwa komponen perangkat tersebut sebenarnya tidak terlalu mahal. YouTuber LinusTechTips juga menyatakan bahwa Valve terdiam saat ditanya kemungkinan harga 500 dolar AS.
Table of Contents
Steam Machine akan mengusung harga mirip PC?
Dalam sebuah podcast yang digelar Friends Per Second pada 22 November lalu, developer Valve bernama Pierre-Loup Griffais menjelaskan bahwa Steam Machine akan memiliki harga seperti PC.
“Ini (harga Steam Machine) lebih sesuai dengan harga pasar PC saat ini. Tujuan kami adalah memberikan value yang bagus di level performa itu. Ada fitur-fitur yang sulit dibangun jika merakit PC sendiri,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa harga Steam Machine akan menyerupai harga PC rakitan dengan performa yang setara. “Kalau Anda merakit PC dengan performa yang setara, kisaran harga itulah yang kami incar,” tambahnya. Dengan demikian, Valve mengonfirmasi bahwa Steam Machine yang rilis tahun depan akan memiliki harga seperti PC, bukan konsol seperti PlayStation 5.
Namun, masalahnya, kinerja Steam Machine itu sendiri dinilai tidak lebih kuat dari PlayStation 5 standar dengan harga rilis 499 dolar AS (Rp 8,3 jutaan).
Kalau Steam Machine dijual di atas 600 dolar AS alias Rp 10 juta, perangkat ini akan terasa kemahalan untuk value yang ditawarkan. Dari segi harga, ia tampaknya terlalu mahal untuk pengguna konsol. Dari segi performa, kinerjanya pun masih kalah dari konsol.
Apakah Steam Machine (2026) worth it dihargai setara PC?
Nilai jual yang ditawarkan pada dasarnya hanyalah cara praktis untuk menjalankan Steam di layar TV, yang mana ini sudah dapat dilakukan melalui Steam Deck via docking atau kabel.
Steam Machine memang memiliki form factor yang kecil dan mudah dibawa ke mana-mana, dengan performa yang 6x lipat lebih tinggi dari Steam Deck. Namun, perangkat ini tentu tidak seportabel Steam Deck yang bisa dimainkan tanpa perlu terhubung ke TV.
Untuk perangkat “console-like” yang biasanya disimpan di satu lokasi dalam waktu lama, bentuknya yang mini rasanya tidak terlalu dapat dianggap nilai jual yang worth it untuk harga setara PC.
Mengacu pada Steam Machine keluaran 2015, produk tersebut dianggap kurang laku lantaran dibanderol dengan harga rilis tinggi, yakni antara 499 dolar AS hingga 1.500 dolar AS (Rp 8,3 juta hingga Rp 25 juta).
Sejumlah alasan lain juga kerap dikaitkan pada penjualan Steam Machine generasi pertama yang kurang memuaskan, seperti ketersediaan game yang sedikit, Steam Controller yang kurang nyaman, pilihan model yang terlalu banyak, hingga SteamOS yang kala itu kurang matang.
Setidaknya, meskipun Steam Machine 2026 diprediksi punya harga serupa dengan pendahulunya, generasi terbaru ini sudah mematangkan diri dalam banyak hal. Anda bisa melihat fitur-fitur apa saja yang ditingkatkan pada Steam Machine 2026 pada tautan ini.




