
Sekitar seminggu setelah kemunculannya di laman TKDN Kemenperin, kini Infinix Xpad 30E terpantau dinyatakan lolos uji sertifikasi Postel dari Komdigi. Mendapatkan dua sertifikat ini adalah syarat wajib agar perangkat elektronik dapat diperjualbelikan di Indonesia secara resmi.
Infinix Xpad 30E itu sendiri merupakan tablet entry-level yang menonjolkan kapasitas baterai besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti gaming, konsumsi konten, dan produktivitas.
Berdasarkan pantauan 91Mobiles Indonesia, sebuah perangkat dengan nomor model X1102B terpantau muncul di situs sertifikasi Pos dan Telekomunikasi (Postel) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Sertifikat bernomor 116872/DJID/2025 ini didaftarkan oleh nama pemohon PT CarlCare Service ILA, terbit pada 19 Desember 2025, sebagaimana terlihat di tautan ini. Nama komersial untuk tablet ini terpampang dengan jelas yakni “XPAD 30E”, mengonfirmasikan dugaan bahwa kode X1102B memang mengacu pada tablet yang dimaksud.
Sebelumnya, kode perangkat X1102B juga sudah terlihat pada situs Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terpantau memiliki nilai TKDN 35,05 persen, bisa dilihat pada link ini.
Baru-baru ini Infinix Xpad 30E juga terdeteksi pada situs database Google Play Console bersamaan dengan Infinix Note Edge (X6887). Dari sana, sejumlah spesifikasi utamanya ikut terungkap.
Pada situs Google Play Console, Infinix Xpad 30E tercatat memiliki varian RAM 4 GB dan menjalankan Android 15 sedari awal rilis. Chip yang diduga bakal mengotaki tablet ini adalah MediaTek MT8786. Akan tetapi, ini merupakan chip keluaran tahun 2022.
Mengingat tablet modern Infinix umumnya memakai cip Helio G series dari MediaTek, tampaknya Xpad 30E juga akan demikian, sebagaimana dirangkum dari TheTechOutlook. Itu berarti keterangan chipset di sertifikat Google Play Console bisa saja berbeda dengan chipset finalnya saat rilis nanti.
Dugaan spesifikasi layar tablet ini juga terungkap yaitu beresolusi 1.200 x 1.920 piksel dengan kerapatan piksel 240 hdpi. Berdasarkan gambar yang tertera di Google Play Console, tablet ini mendukung layar dengan area pandang luas, serta memiliki kamera depan di tengah bezel atas ketika posisinya lanskap. Tablet ini juga tampak memiliki tombol volume di sisi atas serta tombol power di sisi kiri.
Spesifikasi lainnya juga terungkap melalui penemuan sertifikasi TUV Rheinland dan situs CarlCare Nigeria. Dari dua sumber tersebut, Infinix Xpad 30E disebut memiliki baterai 7.000 mAh dengan daya 5,0 VDC/ 3,80 VDC, memasuki kategori perlindungan Class III. Selain di Indonesia, perangkat ini terindikasi bakal rilis di tiga wilayah pemasaran yakni Nigeria, Eropa, dan Arab Saudi.
Menyoal kiprah Infinix Xpad series di Indonesia, pabrikan ponsel ini pertama kali merilis Infinix Xpad pada 28 Agustus 2024 dengan harga Rp 1,8 jutaan, disusul oleh Xpad 20 pada 12 Juni 2025 di harga Rp 2 juta.
Di antara waktu peluncuran dua tablet tadi, pasar Indonesia sempat “dikagetkan” dengan kehadiran Infinix Xpad GT yang diotaki chipset Snapdragon 888, chip lawas untuk flagship keluaran 2020. Tablet gaming yang masuk Indonesia pada Mei 2025 ini dibanderol Rp 6,5 juta.
Kembali lagi ke persoalan Infinix Xpad 30E, harga rilisnya di Indonesia masih menjadi tanda tanya. Kemungkinan tablet ini bakal dibanderol Rp 2 jutaan seperti Xpad 20 apabila mengacu pada pola pendahulunya.