
MediaTek resmi memperkenalkan dua chipset terbarunya, Dimensity 8550 dan Dimensity 7500, pada 28 Mei 2026. Kedua chipset ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna melalui pembaruan pada kecerdasan buatan (AI), performa gaming, kemampuan kamera, hingga efisiensi daya.
Dimensity 8550 sebenarnya punya spesifikasi dasar yang tidak berbeda jauh dari pendahulunya, Dimensity 8500. Namun, keunggulan utama chip ini terletak pada dukungan terhadap AI terbaru milik Google yakni Gemini Nano V3.
Bersamaan dengan itu, Dimensity 7500 juga resmi diluncurkan untuk smartphone kelas mainstream. Chipset yang dibangun dengan proses fabrikasi 4 nm ini mengusung arsitektur terbaru ARM v9.3-A. Simak spesifikasi keduanya sebagai berikut.
Table of Contents
Dimensity 8550 kini mendukung Gemini Nano V3, dibekali dengan NPU 880 yang menyertakan fitur LLM Booster. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan large language model (LLM) secara langsung di perangkat (on-device) tanpa memerlukan koneksi internet.
Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan chip ini tak semerta-merta menjamin ketersediaan fitur Gemini Intelligence pada sebuah ponsel. Berdasarkan standar teknologi tahun 2026, fitur tersebut memerlukan kapasitas RAM minimal 12 GB, sementara batas minimun pesaingnya, Apple Intelligence, adalah 8 GB.
Dari segi teknis, Dimensity 8550 diproduksi menggunakan proses fabrikasi 4 nm TSMC, dengan rincian satu inti utama berkecepatan 3,4 GHz, tiga inti 3,2 GHz, dan empat inti efisiensi pada kecepatan 2,2 GHz. Untuk urusan grafisnya, chip ini mengandalkan GPU Mali-G720 MC8 yang mendukung layar beresolusi 1.440p hingga refresh rate 144 Hz.
Fitur lainnya mencakup dukungan kamera hingga 320 MP, perekaman video 4K 60 FPS, dan pemutaran video berformat AV1. Menyoal konektivitas, chip ini mendukung 5G Dual SIM Dual Active, Wi-Fii 6E, Bluetooth 5.4, dan penggunaan RAM LPDDR5X (9.600 Mbps) serta penyimpanan UFS 4.0. Sejumlah ponsel pertama yang telah mengadopsi chipset ini antara lain Honor 600 Pro dan Oppo Reno 16.
Dimensity 7500 diproduksi dengan proses manufaktur 4 nm serta mengusung arsitektur ARM v9.3-A. Konfigurasi CPU octa-core miliknya terdiri dari 4x ARM C1 Pro (2,6 GHz) dan 4x ARM C1 Nano (2,0 GHz). MediaTek mengklaim chipset ini memberikan performa yang lebih responsif untuk perpindahan aplikasi, transfer file yang lebih cepat, serta waktu pemuatan (loading) game yang lebih singkat sekaligus lebih hemat daya.
Pada aspek kecerdasan buatan (AI), Dimensity 7500 menggunakan NPU 850 yang diklaim punya performa AI 2x lipat lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Fitur AI yang didukung meliputi pengenalan suara, balasan kontekstual, ringkasan notifikasi, dan fungsi speech-to-text dan text-to-speech.
Untuk keperluan gaming, tersedia teknologi MediaTek HyperEngine dan Adaptive Gaming Technology 4.0 yang fokus pada stabilitas frame rate dan manajemen suhu. Chip ini mendukung layar beresolusi 1.344 x 2.800 piksel pada refresh rate 144 Hz dan dukungan layar sekunder hingga 120 Hz.
Menyoal dukungan fotografi, Dimensity 7500 mendukung sensor kamera hingga 200 MP dengan chip pemrosesan gambar Imagiq 1050. Chip Imagiq ini mendukung fitur pengurangan noise berbasis hardware dan peningkatan kualitas gambar di kondisi minim cahaya.
Konektivitas yang didukungnya mencakup modem 5G 3GPP Relase 17 dengan kecepatan unduh hingga 5,2 Gbps, Wi-Fi 6E, dan Bluetooth 5.4. Menariknya lagi, MediaTek menambahkan fitur Bluetooth jarak jauh untuk koneksi langsung antar-ponsel tanpa memerlukan jaringan seluler. Perangkat dengan chip ini dapat memulihkan sinyal 5G saat berada di kereta bawah tanah, garasi, atau ketika melakukan perjalanan dengan kereta cepat. Kabarnya, Redmi Note 17 Pro Max akan menjadi HP pertama yang menggunakan Dimensity 7500, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari GizmoChina.