
Pekan ini, Samsung mengajak sejumlah jurnalis dan tech reviewer -termasuk 91mobiles Indonesia- mengunjungi kota pegunungan Sapa di utara Vietnam dalam rangka workshop bertajuk #YouandAICan mengenai smartphone Galaxy S26 Ultra.
Seperti ponsel-ponsel terkini lainnya dari lini flagship Galaxy S Series, Galaxy S26 Ultra dibekali fitur Nightography untuk mengoptimalkan hasil jepretan di kondisi low-light seperti malam hari. Fitur tersebut menerapkan multi-frame processing yang menggabungkan hingga 30 frame menjadi satu untuk mengurangi noise, serta menggunakan AI Image Signal Processor untuk menyesuaikan setting kamera secara otomatis.
Kota Sapa sendiri menghadirkan situassi yang menarik di malam hari dengan deretan toko, restoran, kafe, dan hotel berhias gemerlap lampu, serta iklim sejuk pegunungan yang kadang berselimut kabut tebal. Sebagus apa hasil-hasil foto jepretan Samsung Galaxy S26 Ultra? Simak selengkapnya dalam penelusuran oleh 91mobiles Indonesia.
Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Aperture lebih lebar untuk cahaya lebih maksimal
Seperti pendahulunya, Galaxy S26 Ultra dibekali empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 200 MP (Isocell HP2, 23 mm, f/1.4, OIS), kamera ultrawide 50 MP (Isocell JN3, 13 mm, f/1.9, AF), kamera telephoto 3x 10 MP (Isocell 3LD, 69 mm, f/2.4, OIS), dan kamera telephoto 5x 50 MP (Sony IMX 854, 115 mm, f/2.9, OIS).
Khusus kamera utama dan kamera telephoto 5x, aperture (bukaan) lensanya lebih lebar dibandingkan kamera yang sama di Galaxy S25 Ultra. Aperture kamera utama bertambah besar dari sebelumnya f/1.7 menjadi f/1.4, sedangkan bukaan lensa kamera telephoto meningkat dari f/3.4 menjadi f/2.9.

Semakin lebar aperture, semakin banyak cahaya yang masuk ke lensa dan diterima oleh sensor kamera. Efeknya, tingkat sensitivitas (ISO) bisa dijaga agar lebih rendah sehingga noise yang muncul bisa diredam dan kualitas gambar secara keseluruhan menjadi lebih baik.
Aperture f/1.4 di lensa kamera utama Samsung Galaxy S26 Ultra meningkatkan cahaya yang masuk sebesar 1/2 hingga 2/3 stop, atau sekitar 30-50 persen dibandingkan aperture f/1.7 di kamera utama Galaxy S25 Ultra. Sedangkan, aperture f/2.9 di lensa kamera telephoto-nya meningkatkan cahaya masuk di kisaran 38 persen.
Dengan memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk, peningkatan aperture tersebut membuat rangkaian kamera Galaxy S26 Ultra menjadi lebih mumpuni ketika digunakan untuk memotret dalam situasi low-light seperti malam hari.
Hasil foto Nightography Samsung Galaxy S6 Ultra di Kota Sapa, Vietnam
Nightography di Samsung Galaxy S26 Ultra dapat diaktifkan dengan memilih mode “Night” di aplikasi kamera. Mode ini akan menjepret banyak frame sekaligus dalam waktu beberapa detik untuk kemudian digabungkan sehingga kualitas gambar yang diambil dalam kondisi gelap meningkat.
Namun, Night Mode tak harus selalu diaktifkan. Apabila situasi pencahayaan tidak terlalu gelap, Galaxy S26 Ultra tetap dapat melakukan optimalisasi tanpa mengharuskan ponsel tetap diam selama beberapa saat. Ponsel akan mendeteksi secara otomatis apabila sebuah scene perlu diabadikan lewat Night Mode atau cukup dengan mode foto reguler.
Hasil foto malamnya tampak memikat dengan warna-warna yang cerah. Kontrasnya tinggi, tapi dengan exposure yang bisa dibuat seimbang tanpa highlights clipping akibat cahaya yang terlalu terang atau crushed shadows di area gelap.
Hal tersebut berlaku untuk semua kamera belakang Samsung Galaxy S26 Ultra, khususnya kamera utama dan kamera telephoto 5x yang memiliki aperture lebih besar dibandingkan di ponsel terdahulu.
Memotret dengan kamera utama terasa effortless karena bukaannya yang lebar membuat ponsel jadi gesit memotret dalam situasi segelap apapun. Fokus bisa dikunci dengan cepat tanpa jeda berarti sehingga ponsel terasa sangat responsif.
Kamera telephoto pun menjadi usable dan menyenangkan untuk dipakai di situasi gelap. Kecepatan fokusnya jelas tidak sekencang kamera utama, tapi tetap memadai. Tingkat noise juga rendah berkat bukaan lebih lebar.
Dua kamera lainnya, ultrawide dan telephoto 3x, juga bisa diandalkan, terutama di kondisi yang tak terlalu remang-remang. Hasilnya bisa identik dengan kamera utama dan telephoto 5x. Apabila kondisi sekitar terlampau gelap, Galaxy S26 Ultra secara otomatis akan mengaktifkan Night Mode.
Pengguna Galaxy S26 Ultra juga dapat memanfaatkan long exposure di mode Expert Raw untuk menghasilkan efek khusus seperti light trail lampu kendaraan atau pantulan di air yang terlihat halus. Mode Expert Raw harus diunduh secara terpisah lewat aplikasi kamera di ponsel. Langkah-langkahnya bisa dilihat dalam artikel 91mobiles Indonesia di tautan berikut.




