
Perubahan besar di ranah internasional sedang berlangsung terhadap dua brand smartphone yang terafiliasi dengan Oppo, yakni OnePlus dan Realme. Laporan terbaru dari Bloomberg menyebutkan bahwa OnePlus akan menghentikan kegiatan operasionalnya di wilayah Amerika Serikat dan Eropa, secepat-cepatnya pada pekan ini.
Keputusan tersebut konon dilatarbelakangi oleh restrukturisasi di perusahaan induknya, Oppo (Guangdong Oppo Mobile Telecommunications Corporation Ltd.), di mana OnePlus merupakan subsidiary. OnePlus sempat dikabarkan akan ikut berhenti beroperasi di India, tapi kemudian dibantah.
Meskipun bakal hengkang dari AS dan Eropa, OnePlus bakal tetap menyalurkan update software untuk para konsumennya di wilayah tersebut. Hanya saja, mulai pembaruan Android 17, OnePlus tidak akan lagi menggunakan sistem operasi OxygenOS, melainkan beralih ke ColorOS besutan Oppo.
“Ini akan merampingkan proses pengembangan software, mempercepat pengiriman update, meningkatkan kualitas software, dan lebih efisien dalam hal penggunaan kapabilitas engineering dan R&D bersama kami (OnePlus dan Oppo),” sebut OnePlus dalam sebuah pernyataan yang dihimpun 9to5Google.
Hal itu sebenarnya tidak mengejutkan karena OxygenOS toh sudah berubah menjadi sangat mirip dengan ColorOS dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih lagi, perangkat-perangkat OnePlus di China sudah lebih dulu menjalankan ColorOS.
OnePlus akan tetap menyalurkan update yang bersifat “maintenance” untuk OxygenOS di perangkat-perangkat lawas yang tidak kebagian Android 17. Untuk device yang lebih baru, peralihan ke ColorOS agaknya menjadi kewajiban meskipun OnePlus juga menjanjikan opsi rollback ke OxygenOS apabila kurang sreg.
Anak perusahaan Oppo lainnya, Realme, turut mengumumkan bakal hengkang dari China untuk berkonsentrasi di pasaran global. Hal tersebut disampaikan oleh vice president Realme, Shen Qi, dalam sebuah posting di media sosial Weibo.
Menurut Qi, Realme mengambil langkah tersebut setelah mempertimbangkannya dengan saksama. Dia mengatakan Realme telah memutuskan untuk menekan tombol “pause” di pasar China.
“Di masa mendatang, kami akan mengonsentrasikan sumber daya untuk menggarap pasar luar negeri dengan berfokus pada aspek performa dan gaming,” ujar Qi. Dengan kata lain, Realme turut mengubah arah perangkatnya menjadi performance oriented.
Qi melanjutkan, para pengguna existing Realme di China akan tetap mendapat layanan purna jual dan garansi, tapi pengelolaannya dialihkan ke Oppo selaku perusahaan induk.
Seperti OnePlus, Qi juga menyebutkan bahwa Realme akan beralih ke sistem operasi ColorOS besutan Oppo, dimulai dari update generasi berikutnya (ColorOS 17, berbasis Android 17).
“Para pengguna Realme akan bisa melakukan update ke sistem ColorOS begitu menerima notifikasi untuk update. Kami menjamin hak semua orang akan terlindungi,” pungkas Qi.