
Setelah pertama kali diperkenalkan dalam peluncuran globalnya di Bali pada November tahun lalu, duo ponsel flagship Poco F8 Pro dan F8 Ultra akhirnya resmi masuk Indonesia lewat sebuah acara yang digelar di Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
Ketika memperkenalkan duo ponsel F8 Series tersebut di panggung acara, PR Manager Poco Indonesia Novita Krisutami mengonfirmasi kabar yang sudah beredar beberapa lama di industri gadget, yakni bahwa Poco tidak akan merilis model F8 reguler (tanpa embel-embel “Pro” atau “Ultra”).
“Tahun ini kami hanya merilis Poco F8 Pro dan F8 Ultra,” ujarnya di panggung. Poco F8 pun dipastikan tak bakal hadir. Padahal, ponsel model reguler dari seri F sebelumnya selalu dirilis di Indonesia. Hingga tahun lalu, Poco F7 masih menyapa konsumen Tanah Air, setelah didului oleh dua saudaranya, Poco F7 Pro dan F7 Ultra.
Table of Contents
Penyebab Poco tak merilis F8
Lalu, apa alasan Poco “memensiunkan” ponsel seri F reguler? Ketika ditemui usai acara, Novita mengatakan bahwa ada pergeseran fokus pasar yang dilakukan oleh Poco tahun ini untuk seri F. Hal itu disebutnya telah dimulai sejak tahun lalu, ketika Poco meluncurkan F7 Pro dan F7 Ultra.
Kedua model tersebut merupakan perangkat yang menyasar segmen pasar lebih tinggi, yakni kategori premium. Dengan kisaran harga Rp 7-10 jutaan, Poco F7 Pro dan F7 Ultra memang dibanderol lebih mahal dibanding F7. Novita percaya diri Poco bisa bersaing di segmen premium.
“Itu (Poco F7 Pro dan Ultra) menjadi uji coba untuk kami melihat pasaran premium. Kami tidak pernah takut masuk ke segmen-segmen pasar yang lebih luas lagi. Jadi, untuk Fearless (seri F Poco) tahun ini kami akan fokus ke market premium,” ujarnya.
Pergeseran fokus seri F Poco ditegaskan lewat slogan yang diucapkan oleh Novita di panggung acara. Perangkat Poco F Series kini disebutnya telah meninggalkan slogan “flagship killer” yang sebelumnya identik dengan lini ponsel tersebut, untuk beralih menjadi perangkat flagship sejati.
“Karena kami memang sudah punya komitmen untuk bisa menjadi true flagship,” imbuh Novita.
Apa pengganti Poco F8?
“Kepergian” Poco F8 tentu menyisakan vakum di lini smartphone Poco untuk kategori Rp 5-6 jutaan, setidaknya apabila mengacu pada harga ritel Poco F7 di Indonesia tahun lalu.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa kekosongan yang ditinggalkan seri F reguler akan diisi oleh model X8 Pro atau X8 Pro Max. Konon, ponsel itu bakal segera meluncur dan tak lain merupakan rebrand dari Redmi Turbo 5 Max di China. Apabila benar, ini berarti ponsel X Series dari Poco akan “naik kelas” menggantikan posisi seri F reguler.
Ketika ditanya soal pengganti seri F reguler, Novita tak memberikan jawaban pasti. Dia hanya menegaskan bahwa konsumen tak perlu khawatir karena Poco akan menghadirkan produk di semua segmen harga.
“Kami masih punya F Series, X Series, M Series, dan C Series. Untuk setiap segmen, setiap kebutuhan, itu pasti ada handphone yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” pungkasnya.
Kendati penerus F Series reguler masih belum jelas, satu hal yang pasti adalah lini ponsel tersebut kini makin merangsek ke ranah flagship. Poco F8 Pro dihargai Rp 8.999.000 atau naik sekitar Rp 1,5 juta dibanding F7 Pro, sementara Poco F8 Ultra dibanderol Rp 11.999.000, lebih tinggi hingga Rp 2 juta dari Poco F7 Ultra.
Khusus untuk masa pembelian perdana pada 5-15 Februari 2026, harga kedua perangkat didiskon. Poco F8 Pro menjadi Rp 8.599.000 (12 GB/ 512 GB) sementara Poco F8 Ultra menjadi Rp 11.599.000 (16/ 512 GB).




