Review Realme C85 Pro: HP Tahan Air Ekstrem di Harga Murah

Selama ini ponsel dengan ketahanan unggul terhadap air kerap identik dengan harganya yang selangit. Dulu, hanya smartphone Rp 10 jutaan ke atas yang tersertifikasi IP68 sehingga aman saat terendam di air. Kala itu hanya Samsung yang dapat memberikan sertifikasi tahan rendaman air di bawah Rp 10 juta. Kini, Realme tampaknya menjadi pionir dalam hal ketahanan bodi di harga murah.

Ya, Realme C85 Pro yang dibanderol Rp 3 jutaan hadir dengan sertifikasi IP69 Pro, sebuah sorotan unik yang dipertahankan dari pendahulunya, Realme C75 series. Perangkat ini tak hanya sanggup bertahan di air kolam biasa, melainkan juga mampu bertahan di air dengan suhu ekstrem (dingin atau panas), dan bahkan bisa memotret serta merekam video di bawah air.

Ponsel ini pun diuntungkan dengan kapasitas baterainya yang sebesar 7.000 mAh, tahan hingga lebih dari satu hari sehingga membuatnya cocok untuk penggunaan di luar ruangan. Kehadiran Realme C85 Pro dengan segala fitur ketahanannya menjadi pertanda bahwa keunggulan HP rugged mulai merambah ke industri ponsel konvensional.

Namun yang jadi pertanyaannya, apa rahasia Realme sehingga mampu mengadopsi ketahanan tinggi di ponsel dengan harga murah? Apakah ada fitur yang mesti dikorbankan untuk memangkas harga? Untuk mengetahui jawabannya, Anda bisa menyimak review Realme C85 Pro berikut ini setelah pemakaian selama sepekan.

Table of Contents

Unboxing

Seperti ponsel-ponsel Realme sebelumnya, kali ini C85 Pro pun hadir dengan paket penjualan yang lengkap. Selain unit ponsel itu sendiri, smartphone ini dilengkapi dengan casing transparan, manual book, pin ejektor laci kartu SIM, charger 45 watt, dan kabel data.

Boks Realme C85 Pro sebenarnya memiliki tampilan luar berwarna kuning yang memang sudah menjadi ciri khas Realme C series. Hanya saja, boks tersebut diselipkan ke dalam cover yang memperlihatkan keunggulan ponsel.

Di bagian utama pada cover tersebut, terlihat adanya ilustrasi unit ponsel yang direndam ke dalam air, beserta sejumlah sorotan utamanya seperti IP69 Pro, kecerahan layar, chipset yang digunakan, dan lain sebagainya.

Desain

Dari segi tampilan, Realme C85 Pro menghadirkan desain yang tampak lebih premium dibandingkan rata-rata ponsel lain di kelas harganya. Bodi belakangnya tampil dengan finishing mengilap dan modul kamera berukuran besar yang membuatnya terlihat modern.

Pada housing kamera tersebut, terdapat tiga buah bulatan lensa yang disusun secara vertikal, serta lampu LED Pulse Light dan flash di samping kanannya. Lampu LED Pulse Light ini dapat menyala sebagai indikator notifikasi ketika menerima pesan atau panggilan masuk. Selain itu, lampu ini juga bisa berkedip atau menyala sebagai indikasi status charging.

Tampilan LED Pulse Lighting.

Lewat menu pengaturan, fitur Pulse Light ini dapat dikustomisasi dari segi periode aktifnya, warna, apakah ingin mengusung mode breathing atau ringtone sync, dan masih banyak lagi.

Frame bodi yang berbentuk datar alias flat membuatnya mudah digenggam tanpa khawatir tergelincir dari tangan. Untuk semakin mempertegas kenyamanan genggam, Anda dapat mengaplikasikan casing khusus yang tersedia pada boks penjualan. Ini akan membuatnya sedikit lebih glossy, namun akan melindungi ponsel dari goresan dan benturan ringan saat digunakan sehari-hari.

Realme C85 Pro pun masih terasa cukup ramping saat digenggam sehari-hari, lantaran hanya setebal 8,09 mm dengan bobot 205 gram. Cukup impresif mengingat kapasitas baterainya yang sebesar 7.000 mAh.

Berbicara soal ketahanan, Realme C85 Pro adalah salah satu ponsel paling tangguh di kelas harga menengah, terutama terhadap air. Ponsel ini dibekali sertifikasi ketahanan militer MIL-STD-810H, yang sering digunakan sebagai penanda bahwa sebuah perangkat sanggup menghadapi kondisi ekstrem seperti guncangan, benturan, atau perubahan suhu secara mendadak.

Standar yang dahulu umumnya hanya dijumpai pada ponsel outdoor atau rugged, kini sudah bisa dimiliki pada HP mid-range mainstream seperti Realme C85 Pro. Perangkat ini juga dibekali sertifikasi IP69 Pro yang merupakan gabungan dari tiga sertifikasi tahan air, yakni IP66 (tahan cipratan air bertekanan tinggi), IP68 (tahan terendam air pada kedalaman tertentu), dan IP69/ IP69K (tahan semburan air bertekanan tinggi dan panas ekstrem).

Realme C85 Pro ini bahkan bisa tahan terhadap 36 jenis cairan yang berbeda, mulai dari air tawar biasa, kopi, hingga soda. Bahkan, HP ini pun tetap berfungsi normal setelah direndam di air mendidih selama beberapa detik. Ini membuatnya cocok digunakan untuk mengantisipasi skenario sehari-hari yang tidak terduga, seperti kehujanan, tercebur air, atau ketumpahan minuman.

Uniknya lagi, tersedia pula mode pemotretan underwater yang membuatnya mampu memotret serta merekam video di bawah air tanpa menggunakan layar sentuh.

Di Indonesia, Realme C85 Pro ditawarkan dalam dua varian warna yakni Parrot Purple dan Peacock Green. Unit yang kami terima merupakan varian Peacock Green yang menawarkan kesan tenang namun elegan, dengan tone hijau yang sedikit lebih gelap sehingga tidak terlalu mencolok.

Layar

Layar Realme C85 Pro.

Di harganya yang Rp 3 jutaan, tentu Realme C85 Pro tidak lagi dibekali panel IPS LCD, melainkan memakai panel AMOLED yang lebih cerah. Panel layar yang seluas 6,8 inci Full HD Plus ini benar-benar memiliki kontras tinggi dan warna lebih hidup, membuat pengalaman menonton video dan bermain game terasa lebih menyenangkan.

Sayangnya, layar ini belum mendukung fitur HDR sehingga tidak dapat menampilkan konten high dynamic range di YouTube. Kami sudah mencoba mencari resolusi HDR pada salah satu video yang menyediakannya, namun opsi tersebut tidak muncul.

Layar Realme C85 Pro mendukung gamut warna 100 persen DCI-P3 yang membuat tampilan warnanya lebih kaya dan akurat, terutama ketika menonton film atau melihat hasil foto. Refresh rate yang didukungnya mencapai 120 Hz guna membuat animasi antarmuka dan transisi terasa lebih mulus ketimbang 60 Hz konvensional. Fitur ini sangat terasa ketika sedang browsing dan menjelajahi media sosial.

Namun yang cukup mengherankan, mode refresh rate tinggi sama sekali tidak aktif saat mencoba memainkan judul game yang mendukung HRR, seperti Dead Trigger 2. Saat dimainkan, di menu pengaturan hanya muncul mode default 60 FPS, yang berarti mode 120 FPS tidak kompatibel di HP ini.

Mungkin ini adalah isu yang dapat diperbaiki melalui update OTA atau pembaruan versi game, atau bisa saja karena memang dapur pacu Realme C85 Pro yang kurang mendukung.

Menyoal kecerahannya, layar Realme C85 Pro ini mampu mencapai titik cerah paling tinggi di angka 4.000 nit. Tentu ini bukanlah kecerahan yang dicapai saat di bawah terik matahari. Namun, dengan bantuan fitur AI Outdoor Mode, kami berhasil membuat teks dan gambar di layar tetap layak dilihat meski di bawah sinar matahari langsung. Ini karena adanya fitur AI yang membantu layar menyesuaikan tingkat kecerahan secara cerdas sesuai kondisi cahaya sekitar.

Kami pun tidak menemukan masalah responsivitas saat memainkan game di HP ini. Dengan dukungan touch sampling rate 180 Hz pada Realme C85 Pro, setiap tembakan atau serangan nyaris tidak terasa delay sama sekali.

Bahkan saat jari kami basah setelah menyentuh kaleng minuman dingin, responsivitas layar tetap relatif normal berkat adanya teknologi wet-hand touch. Secara garis besar, untuk ponsel di kelasnya, pengalaman layar yang ditawarkan cukup memadai.

Sayangnya, speaker ponsel ini hanya tunggal alias bukan stereo. Ini akan membuat suara hanya keluar dari satu sisi saja. Suara yang dikeluarkan namun cukup jernih dan lantang, bahkan memiliki fitur Ultraboom untuk meningkatkan volume di level yang melebihi batas maksimal, kendati membuatnya terdistorsi. Jenis frekuensi bass dan treble cukup jelas namun tentunya tidak akan sebaik speaker flagship.

Kamera

Sektor fotografi bisa dibilang bukan salah satu “strong suit’ yang dimiliki Realme C85 Pro. Namun, perangkat ini tetap dapat menghasilkan foto yang cukup memadai, asalkan pengguna rela menyesuaikan ekspektasinya.

Rangkaian kamera di HP ini cukup sederhana, dengan kamera tunggal 50 MP di belakang yang memiliki aperture f/1,8 dan autofokus PDAF. Di bagian depan, tersedia kamera 8 MP f/2,0 yang dapat menunjang kebutuhan selfie serta video call.

Jadi, penampakan “tiga kamera” di punggungnya sebenarnya tidak akurat lantaran cuman salah satunya saja yang merupakan sensor kamera aktif. Dua lainnya hanya dirancang sebagai aksen desain atau dekorasi.

Ketiadaan kamera ultrawide adalah salah satu kekurangan utama pada smartphone seharga Rp 3 jutaan ini. Meski begitu, ini memang bukan kali pertama seri entry pada merk ponsel China meniadakan kamera ultrawide. Vivo Y series dan Oppo A series juga kerap melakukannya.

Jika menginginkan kamera ultrawide di harga Rp 2-3 jutaan, tampaknya perlu melirik Galaxy A series, misalnya seperti Galaxy A17.

Foto siang hari dan indoor

Menyoal hasil fotonya sendiri, pemotretan di siang hari hanya meninggalkan impresi “sedang” di benak kami. Kata “mediocre” kerap muncul saat melihat hasil foto yang berhasil kami dapatkan. Dynamic range sebenarnya cukup luas, detail yang didapatkan pun cukup melimpah. Namun, kami pernah mendapatkan pengalaman fotografi lebih memuaskan pada HP di harga Rp 2 jutaan, yakni Moto G45 (review).

Penyesuaian lighting pada foto siang harinya menurut kami masih cukup jauh dari kata “estetis”, setidaknya saat dibandingkan dengan Moto G45. Bahkan, kami berani bilang bahwa hasil fotonya hanya sedikit lebih baik dari HP Rp 1 jutaan yang dijadikan daily driver kami, yaitu Itel RS4.

Apabila dinilai tanpa dibandingkan, hasil foto Realme C85 Pro sebenarnya tidak bisa dikatakan buruk. Hanya perlu sedikit polesan untuk membuatnya medsos-ready, terutama untuk menambahkan efek background blur. Sebab, agak sulit mendapatkan efek bokeh creamy di ponsel ini, bahkan saat tingkat kedalamannya sudah diatur ke f/1,4.

Foto malam hari

Perihal foto malam hari, di sini justru Realme C85 Pro cukup tergolong oke. Tingkat noise masih tergolong minim di sini, efek flare di sekitar sumber cahaya pun masih sanggup ditangani dengan baik.

Absennya kamera telefoto di HP ini membuat pengalaman zoom miliknya kurang menarik. Pembesaran maksimal yang didukungnya adalah 10x, dan kami hanya dapat menghasilkan foto jarak jauh yang “usable” di tingkatan sekitar 3-5x. Tentu saja semua tingkat pembesarannya adalah digital, bukan optis maupun hibrida.

Realme C85 Pro juga tergolong standar saat dijadikan sarana kreasi konten. Perekaman videonya tidak stabil saat berjalan atau panning, dan resolusi maksimal yang didukungnya hanya 1080p di 30 FPS, alias tidak mendukung 60 FPS maupun 4K.

Pada kamera depan, Realme C85 Pro cukup memberikan hasil yang baik saat selfie secara kasual maupun ketika melakukan video call. Hasil fotonya tergolong biasa-biasa saja. Tidak dapat disebut buruk, namun tidak pula masuk kategori “memukau”. Namun untuk kebutuhan sehari-hari, rasanya kamera depan HP ini masih cukup. Seperti yang disebut di awal, selama pengguna dapat menyesuaikan ekspektasi, pengalaman fotografi di Realme C85 Pro masih tergolong “aman”.

Foto underwater (di dalam air)

Realme tampak seperti memanfaatkan sertifikasi IP69 Pro di ponsel ini ke tingkat paling tinggi. Karena tahan direndam, Realme C85 Pro pun dibekali mode pemotretan underwater agar bisa menghasilkan foto unik sambil menyelam di air.

Saat mode ini diaktifkan, layar perangkat tidak akan mampu memberikan respons terhadap sentuhan. Pengguna mesti memanfaatkan tombol volume dan daya sebagai tombol shutter, berpindah antara kamera belakang dan depan, serta mematikan layar.

Bagaimana dengan hasil fotonya? Detail tentu tidak akan sebagus pemotretan di atas air, namun masih cukup jelas dan layak untuk diunggah ke media sosial. Lalu, autofokusnya pun kadang meleset dan malah menghasilkan foto objek yang blur. Ini namun dirasakan ketika memotret objek secara dekat, pengalamannya mungkin bakal berbeda jika memotret subjek manusia dari jarak sedang.

Mikrofon juga bekerja cukup baik saat merekam video, karena suara perekam yang berada di atas permukaan air masih terdengar dengan jelas. Seperti kamera belakang, kami juga menemukan masalah autofokus yang sedikit “hit and miss” pada kamera selfie.

Akan tetapi, cukup dengan dua hingga tiga kali percobaan ulang, kami akhirnya berhasil mendapatkan foto di dalam air dengan kualitas yang layak, baik untuk kamera depan maupun belakang. Warna objeknya pun masih terbilang akurat dengan aslinya.

Perihal fitur pengeditan fotonya, Realme C85 Pro menyediakan fitur bernama AI Edit Genie yang fungsinya untuk mengubah foto secara mudah dengan perintah teks dan suara. Pengguna bahkan bisa menjelaskan dalam bentuk “prompt” mengenai jenis pengeditan apa yang ingin dilakukan, dan AI Edit Genie bakal memahami perintah tersebut untuk melakukan pengeditan yang sesuai.

Performa

Dapur pacu bukanlah fokus utama pada ponsel seharga Rp 3 jutaan ini. Meski merupakan ponsel mid-range, jenis chipset yang dipakai adalah Snapdragon 685 (6 nm) yang merupakan chip entry-level keluaran 3 tahun lalu.

Prosesor di dalamnya terdiri dari 8 inti yang merupakan 4x inti performa Cortex A73 (2,8 GHz) dan 4x inti hemat daya Cortex A53 (1,9 GHz). Chip ini juga dilengkapi dengan GPU Adreno 610.

Agak mengherankan sebenarnya sebuah HP Rp 3 jutaan di tahun 2026 memakai chip 4G, di saat sejumlah ponsel Rp 2-3 jutaan lainnya sudah mendukung jaringan seluler 5G. Akan tetapi, mungkin ini adalah harga yang perlu dibayarkan demi mendapatkan bodi dengan tingkat ketangguhan di atas rata-rata.

Performance-wise, Realme C85 Pro masih terasa lancar saat beraktivitas sehari-hari seperti penggunaan media sosial, YouTube, hingga berselancar di dunia maya. Terdapat juga fitur Game Mode yang dapat mengoptimalkan pengalaman game.

Dari kiri ke kanan: skor benchmark Realme C85 Pro AnTuTu 11, Geekbench 6, dan Burnout.

Dari tangkapan layar di atas, terlihat bahwa Realme C85 Pro menorehkan skor 450.585 poin di AnTuTu v11, dan ini tergolong rendah untuk seukuran ponsel mid-range di harga Rp 3 jutaan. Pengujian Geekbench 6 mencatatkan skor 422 poin untuk single-core dan 1.312 poin untuk multi-core. Sementara, pengujian throttling di aplikasi Burnout menunjukkan bahwa HP ini hanya dapat mempertahankan 50,8 persen dari maksimal performa setelah dites selama 9 menit 25 detik.

Kami sempat menguji beberapa judul permainan di ponsel ini, dan hasilnya tergolong oke meski tidak selancar beberapa pesaingnya di harga yang sama.

Di PUBG Mobile, pengaturan grafis dan frame rate tertinggi yang dimungkinkan adalah Balanced – High. Pengalaman yang dirasakan cukup normal tanpa ada stutter atau lag yang mengganggu, kecuali di beberapa kasus di mana karakter pemain berusaha menyerang beberapa musuh sekaligus.

Selebihnya, saat berkelana on foot maupun berkendara, frame rate yang didapatkan cukup mulus. Namun dari segi grafis, HP ini kalah saing dengan pesaingnya yang sudah bisa merasakan grafis HD dan HDR.

Pengguna sebenarnya dimungkinkan mengaktifkan fitur gyroscope untuk membidik lawan. Namun sayangnya, gyroscope tersebut hanya bersifat virtual dan memiliki tingkat responsivitas yang buruk. Terdapat delay yang sungguh terasa ketika memindahkan crosshair, yang ujungnya membuat kami gagal menembak musuh.

Pengalaman serupa juga dirasakan untuk dua judul lainnya yaitu Delta Force dan COD Mobile. Pengaturan frame rate tertinggi yang bisa dipilih untuk grafis Exquisite adalah Medium, dan pengalaman yang dirasakan cukup playable meski bukan yang terbaik.

COD Mobile juga memperlihatkan gameplay yang cukup mulus, meski hanya dapat dimainkan hingga pengaturan grafis High pada frame rate Medium. Beberapa pesaingnya di harga yang sama, seperti Infinix GT 30 atau iQoo Z10, dapat meraih pengaturan grafis Very High dan frame rate Max.

Gyroscope kembali dapat digunakan untuk game ini, namun masih dengan responsivitas yang sama seperti sebelumnya, pertanda bahwa ini adalah isu sensor ketimbang masalah di dalam game.

Karena tidak punya sensor gyro yang memadai, rasanya Realme C85 Pro lebih cocok untuk permainan non-shooter, misalnya seperti Heartopia yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan komunitas gamer.

Permainan farming ini dapat dijalankan cukup nyaman di Realme C85 Pro, selama dimainkan pada pengaturan grafis Low di 60 FPS. Jika ingin pengaturan grafis yang lebih tinggi dari itu, Anda mesti beralih ke ponsel lain dengan chipset lebih kuat dari Snapdragon 685.

Menariknya, meski tidak difokuskan untuk gaming, Realme C85 Pro dibekali fitur untuk mengatur mode performa (Mode low power, Balanced, dan Pro Gamer). Fitur ini bahkan memungkinkan pengguna membuka floating window dengan cara cepat, cocok untuk yang ingin mengisi voucher Google Play atau browsing tanpa meninggalkan game.

Software

Tampilan antarmuka Realme UI 6.0 di Realme C85 Pro.

Realme C85 Pro berjalan pada sistem antarmuka Realme UI 6.0 berbasis Android 15. Cukup lawas memang, mengingat sejumlah HP keluaran 2026 lainnya sudah banyak yang memakai Android 16.

Tampilannya sangat jauh dari stock Android, lantaran memiliki beberapa “bloatware” yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh sebagian besar orang. Meski begitu, antarmuka ini punya tampilan transparan modern seperti iOS 26, terutama saat mengakses panel Quick Settings.

Unit yang kami terima memiliki storage 256 GB dengan RAM 8 GB. Saat pertama kali dibuka, ROM di ponsel ini tercatat memakan penyimpanan sebanyak 26,5 GB. Kami sungguh menyarankan memilih varian ini ketimbang versi 128 GB yang lebih murah, mengingat cukup banyaknya aplikasi prainstal yang disediakan.

Di luar dari aplikasi bawaan dari Google, Realme C85 Pro mencakup sejumlah aplikasi prainstal berupa aplikasi Agoda, Block Blast!, Fineasy, Fitbit, Qpon, Netflix, Prime Video, J&T Express, LinkedIn, TikTok, Spotify, Tomoro Coffee, Booking.com.

Tampilan antarmuka yang terindikasi memperlihatkan iklan dalam bentuk saran aplikasi.

Antarmukanya pun dibekali dengan aplikasi bawaan untuk Files dan Photos, alih-alih menggantungkan fungsi pada aplikasi bawaan Google seperti yang sering dilakukan HP Motorola. Pada aplikasi Files, saat memilih “App management”, pengguna akan ditawarkan beberapa “saran aplikasi”. Kurang jelas apakah saran-saran ini masuk ke dalam kategori iklan atau tidak.

Lalu, setiap menginstal aplikasi dari Google Play Store, akan ada tampilan “scanning for virus” yang di bawahnya memperlihatkan saran aplikasi yang serupa. Tampaknya ini adalah upaya Realme untuk menampilkan iklan dengan cara yang lebih subtil.

Di tengah tren AI yang semakin pesat, Realme tentu tidak mau ketinggalan kesempatan ini. Terdapat sejumlah fitur AI yang bisa dimanfaatkan untuk mempermudah pengguna. Fitur AI Edit Genie yang sempat dibahas di section kamera adalah salah satunya, dapat editing foto langsung dari galeri dengan perintah teks atau suara. Tersedia juga fitur AI Smart Loop sebagai jalan pintas otomatis sesuai konteks pemakaian aplikasi.

Google Gemini AI dan Circle to Search juga ikut disematkan, mampu melakukan pencarian visual serupa Google Lens dengan memilih objek di layar tanpa harus melakukan pencarian secara manual.

Secara garis besar, software di Realme C85 Pro cantik dan modern dari segi desain, namun jauh dari pengalaman stock Android mengingat adanya iklan dan bloatware di dalamnya.

Baterai dan pengisian daya

Realme C85 Pro tampaknya memang berfokus pada penggunaan outdoor. Tidak hanya tercermin dari ketahanan bodinya, perangkat ini turut disertai baterai jumbo 7.000 mAh yang berbasis teknologi silikon-karbon.

Pihaknya menyebutkan bahwa Realme C85 Pro bisa tahan hingga 19 jam saat menonton video online, 16 jam chatting, dan 59 jam durasi panggilan telepon. Bahkan ketika baterai tersisa 50 persen, perangkat ini diklaim masih kuat untuk 3 jam navigasi, 1 jam streaming, 1 jam chat, 3 jam mendengarkan musik, 2 jam telepon, dan 2 jam mode siaga.

Dalam pemakaian kami sehari-hari, Realme C85 Pro memang bisa bertahan hingga 2-3 hari pemakaian saat kondisi ideal. Pada skenario normal, baterainya bisa tahan lebih dari satu hari, dari pagi hari pertama hingga malam di hari kedua saat dipakai gaming, browsing, dan tes kamera.

Pada pengetesan PC Work 3.0 Battery Life, Realme C85 Pro tercatat meraih skor ketahanan selama 17 jam 40 menit. Durasi ini jauh lebih unggul ketimbang Infinix GT 30 (5.500 mAh) yang hanya meraih 10,5 jam.

Selain unggul di baterai, fitur pengisian di HP ini juga cukup melimpah. Terdapat fast charging 45 W SuperVOOC. Klaim dari Realme, disebutkan bahwa 5 menit pengisian sudah cukup untuk memberikan durasi pemutaran musik 5,9 jam dan pemutaran video selama 1 jam.

Tanpa perlu membeli charger secara terpisah, Realme sudah menyediakan charger dengan daya 45 watt di dalam paket penjualan. Berdasarkan pengujian, pengisian selama 30 menit dapat mengisi baterai dari 1-33 persen. Sementara untuk durasi 60 menit, baterai akan terisi hingga 64 persen. Total keseluruhan durasi charging dari kosong hingga penuh adalah sekitar 1 jam 38 menit. Durasi yang cukup cepat untuk baterai berkapasitas 7.000 mAh.

Karena ini HP mid-range, tentu Realme tidak menyematkan fitur wireless charging. Akan tetapi, ponsel ini disematkan dengan bypass charging yang dapat mengalirkan daya dari sumber listrik langsung ke mainboard, tanpa melewati baterai sama sekali.

Kesimpulan

Realme C85 Pro sudah tersedia di Indonesia sejak 28 November 2025 dengan harga rilis Rp 3 juta untuk versi RAM 8 GB/ 128 GB dan Rp 3,3 juta untuk varian RAM 8 GB/ 256 GB.

Sedari awal, Realme C85 Pro sungguh dirancang untuk keperluan outdoor dan aktivitas ekstrem, ini terlihat jelas dari kehadiran sertifikasi IP69 Pro yang membuatnya tahan di air, serta standar militer MIL-STD-810H yang mengurangi potensi rusak saat terbentur.

Ponsel ini bakal cocok untuk mereka yang sering bepergian ke tempat perairan, seperti kolam renang, danau, atau di tempat dengan curah hujan tinggi. Akan tetapi, sayangnya, banyak kompromi yang mesti dilakukan untuk membuatnya setahan banting itu.

Pertama, bagian dapur pacunya yang kurang bersaing. Pemakaian chipset Snapdragon 685 di rentang Rp 3 jutaan adalah keputusan yang cukup merugikan dari sisi perspektif gamer. Absennya 5G di rentang harga ini juga membuatnya kurang future-proof.

Kedua, meski kameranya bisa menghasilkan foto dengan cukup oke (terlebih dengan mode underwater yang unik), absennya ultrawide juga menjadi kekurangan yang cukup disayangkan.

Namun di luar dari dua kekurangan ini, Realme C85 Pro punya keunggulan lain selain bodinya yang tahan air, dan itu adalah baterainya yang sangat besar, yakni 7.000 mAh. Keberadaan fitur AI Edit Genie juga sungguh layak diapresiasi karena bisa memodifikasi foto hanya dari perintah suara atau arahan via teks.

Rating editor: 7 / 10

Kelebihan:

Kekurangan:

realme C85 Pro Harga
Rp. 3.250.000
Pergi Ke Toko
Rp. 3.499.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews