
Setelah sempat dirumorkan selama berbulan-bulan, ponsel lipat terbaru dari Samsung, Galaxy Z Fold 6 Special Edition, akhirnya resmi diumumkan. Perangkat ini memiliki sejumlah peningkatan dibandingkan versi regulernya, terutama dari segi spesifikasi hardware. Sisi desainnya juga mengalami perubahan.
Table of Contents
Meskipun memiliki desain mirip dengan Galaxy Z Fold 6 yang dirilis pada Juli lalu, Galaxy Z Fold 6 Special Edition sebenarnya berbodi lebih ramping. Dengan ketebalan 10,6 mm serta bobot 236 gram, perangkat ini lebih tipis 1,5 mm serta lebih ringan 3 gram dibandingkan pendahulunya.
Seperti layaknya foldable phone dari lini Galaxy Z Fold, layar utama Galaxy Z Fold 6 Special Edition bisa dibentangkan dan dilipat ke arah dalam seperti gerakan membuka dan menutup buku.
Diagonal layar utama mencapai 8 inci ketika dibentangkan, dengan aspect ratio 20:18. Menurut Samsung dalam laman pengumuman di situsnya, layar utama Galaxy Z Fold 6 Special Edition merupakan yang paling lebar dalam seri Galaxy Z Fold.
Cover screen yang terletak di bagian luar perangkat dan bisa digunakan ketika layar utama dilipat memiliki diagonal 6,5 inci dengan aspect ratio 21:9. Bagian punggung perangkat terlihat mewah dengan pola garis-garis tipis vertikal. Sementara, modul kamera juga terlihat sedikit berbeda dan cenderung lebih kotak.
Dapur pacu Galaxy Z Fold 6 Special Edition tetap mengandalkan chipset kelas atas Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3. Namun, kapasitas memori utamanya (RAM) ditingkatkan menjadi 16 GB, lebih besar dibandingkan edisi reguler yang sebesar 12 GB.
Namun, Galaxy Z Fold 6 Special Edition hanya tersedia dalam satu varian media internal, yakni 512 GB. Galaxy Z Fold 6 sebelumnya diketahui memiliki tiga varian storage, yakni 256 GB, 512 GB, dan 1 TB.
Baterainya memiliki rated capacity 4.272 mah dan typical capacity 4.400 mAh, atau tidak berbeda dari baterai Galaxy Z Fold 6 terdahulu, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari Android Authority, Senin (21/10/2024).
Satu fitur baru lainnya yang hadir di Galaxy Z Fold 6 Special Edition adalah dukungan WiFi 7 yang lebih kencang dibandingkan WiFi 6e pada edisi reguler. Samsung menjanjikan dukungan update software selama 7 tahun, sementara sistem operasi yang digunakan saat ini adalah Android 14 dengan antarmuka One UI 6.1.1.
Sektor kamera Galaxy Z Fold 6 Special Edition ikut ditingkatkan sehingga kini memiliki kamera utama dengan resolusi mencapai 200 MP (f/1.8, OIS), meningkat jauh dari Galaxy Galaxy Z Fold 6 reguler yang kamera utamanya 50 MP.
Samsung menjanjikan bahwa kamera beresolusi tinggi tersebut mampu merekam foto dan video dengan lebih jernih. Adapun kamera lainnya, menurut laman spesifikasi Samsung, masih sama dengan edisi reguler, yakni kamera telephoto 10 MP (f/2.4, optical zoom 3x, OIS), kamera ultra wide 12 MP (f/2.2),dan kamera depan (Cover Camera) 10 MP (f/2.2).
Sayangnya, Samsung hanya memasarkan Galaxy Z Fold 6 Special Edition di pasar domestiknya saja di Korea Selatan. Pilihan warnanya pun hanya satu, Black Shadow. Perangkat ini dijadwalkan mulai dijual pada 25 Oktober mendatang dengan harga 2.789.600 won atau sekitar Rp 31,4 juta.