
Samsung baru saja memperkenalkan teknologi layar terbaru bernama Flex Titanium yang akan digunakan pada generasi terbaru perangkat Galaxy Fold. Teknologi ini diklaim membuat struktur layar lebih kuat, menjadikan bodinya lebih tipis, serta mengurangi bekas lipatan (crease) pada layar.
Pengumuman tersebut sekaligus menjadi teaser menjelang acara Galaxy Unpacked yang akan diselenggarakan minggu depan di London. Pada acara bersangkutan, Samsung diperkirakan bakal memperkenalkan HP lipat generasi berikutnya, termasuk form factor baru dalam bentuk rasio layar 4:3.
“Keunggulan Samsung dalam kategori foldable terletak pada kemampuan kami untuk memahami kebutuhan pengguna dan menerjemahkannya menjadi inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Executive Vice President (EVP) dan Senior Executive Mobile R&D Office (H/W Samsung Electronics), Sunghoon Moon, dalam keterangan resmi yang diterima 91Mobiles Indonesia, Selasa (15/7/2026).
Menurut Moon, inovasi tersebut merupakan hasil pengalaman Samsung selama 7 generasi mengembangkan perangkat foldable untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih baik.
Table of Contents
Samsung menyebutkan bahwa Flex Titanium adalah hasil penyempurnaan yang dilakukan selama 7 generasi pengembangan Galaxy Fold. Selama periode tersebut, perusahaan mengaku terus mempelajari pola penggunaan perangkat oleh konsumen dan menjadikannya sebagai dasar pengembangan teknologi baru.
Sebelumnya, Galaxy Z Fold 7 telah dibekali engsel Armor FlexHinge generasi ketiga yang diklaim 27 persen lebih tipis dan 43 persen lebih ringan dibandingkan engsel pada Galaxy Z Fold 6. Flex Titanium kini menjadi inovasi terbaru Samsung untuk membuat layar foldable lebih tipis, lebih kuat, sekaligus menyamarkan lipatan layar.
Salah satu tantangan dalam pengembangan layar foldable adalah menemukan material yang kuat, ringan, fleksibel, namun tetap tipis. Samsung memilih titanium yang selama ini dikenal telah digunakan pada beragam aplikasi berteknologi tinggi, seperti antena satelit hingga roda rover Mars.
Komponen pertama adalah titanium-alloy film, lapisan penopang di bawah panel OLED yang diklaim memiliki kekakuan mekanis hingga 20 kali lebih tinggi ketimbang film polimer konvensional. Berkat proses rolling yang presisi, ketebalan lapisan ini hanya 1/3 diameter rata-rata helai rambut manusia sehingga tetap mendukung desain perangkat yang ramping.
Di bawahnya terdapat titanium plate yang menopang keseluruhan modul layar. Samsung menyebutkan bahwa pelat tersebut diproduksi menggunakan teknologi lubang bermikropola (micro-patterned hole) sehingga mampu mengurangi celah udara antara layar dan pelat penopang. Struktur ini disebut membuat layar lebih rata ketika HP lipat terbentang, tetapi tetap fleksiblle ketika dilipat berulang kali.
Selain memiliki struktur layar yang lebih baik, Samsung juga menggabungkan arsitektur layar beresolusi tinggi dengan material organik generasi terbaru. Kombinasi tersebut diklaim menghasilkan kualitas visual yang lebih tajam sekaligus meningkatkan efisiensi konsumsi daya.
“Melalui penerapan teknologi luabg bermikropola pada bagian lipatan pelat titanium, kami mampu menghadirkan struktur yang tetap fleksibel sekaligus memiliki daya tahan yang kokoh,” ujar EVP sekaligus Head of Mobile Display Product Development Team Samsung Display, Kyung-Jin Yoo.
Yoo menyebutkan bahwa gabungan teknologi layar ini akan menjadi fondasi pengembangan perangkat foldable Galaxy generasi berikutnya.
Adapun detail perangkat beserta teknologi ini akan diungkap pada ajang Galaxy Unpacked di London pekan depan. Selain foldable terbaru, Samsung juga diprediksi akan memperkenalkan form factor baru dengan slogan “A New Shape Unfolds”, sebagaimana dikutip dari GSM Arena.
Meski pihak perusahaan belum mengungkap rincian perangkat tersebut, sejumlah rumor meyakini bahwa perangkat yang dimaksud adalah Galaxy Z Fold 8 “Wide” dengan aspek rasio 4:3. Namun agar lebih pasti, kita tunggu saja pengumuman resminya pada Galaxy Unpacked tanggal 22 Juli nanti.