Samsung Tingkatkan Harga Chip untuk Apple, iPhone Terancam Makin Mahal

Sorotan
  • Samsung bakal menyebabkan harga iPhone menjadi mahal lantaran kenaikan harga chip RAM yang mencapai 80 persen.
  • Tak hanya Apple, Samsung sendiri pun ikut terdampak. Tahun lalu, harga chip memori melonjak tajam hingga 2x kali lipat dalam kurun waktu kurang dari setahun. 
  • Selain Samsung, SK Hynix yang juga menjadi pemasok chip RAM LPDDR untuk iPhone turut meningkatkan harga hingga 100 persen.

Dunia teknologi saat ini tengah menghadapi lonjakan harga chip semikonduktor, khususnya chip memori. Peningkatan harga ini dipicu oleh permintaan yang tinggi, kapasitas produksi yang terbatas, serta biaya manufaktur chip yang semakin mahal. 

Dampaknya diperkirakan bakal terasa langsung pada harga perangkat elektronik, termasuk ponsel di kelas harga flagship. Bahkan Apple, perusahaan yang selama ini dikenal kuat dalam negosiasi harga komponen, tidak sepenuhnya bisa menghindari tekanan ini.

Samsung dan SK Hynix meningkatkan harga chip memori untuk Apple

Samsung adalah salah satu pemasok utama chip RAM LPDDR untuk iPhone, selain SK Hynix. Menurut laporan dari Korea Selatan, Samsung meninggikan harga chip LPDDR yang dijual ke Apple pada kuartal pertama 2025 hingga sekitar 80 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. 

Sementara itu, SK Hynix juga disebut meningkatkan harga lebih tinggi lagi hingga sekitar 100 persen, alias dua kali lipat. Lonjakan harga yang drastis ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tak hanya memengaruhi produsen smartphone, melainkan juga perusahaan besar yang umumnya punya daya tawar tinggi seperti Apple. 

Sebagaimana dikutip dari SamMobile, Apple sebelumnya kerap memanfaatkan skala bisnisnya yang besar untuk mendapatkan harga komponen yang lebih murah. Namun, di kondisi pasar saat ini, strategi tersebut dinilai tidak lagi cukup untuk menahan kenaikan biaya produksi. 

Bahkan Samsung sendiri pun ikut terdampak

Menariknya lagi, masalah ini juga rupanya berdampak pada divisi mobile Samsung Electronics, terlepas dari fakta bahwa Samsung sendiri merupakan produsen chip memori. Ini menegaskan bahwa kenaikan harga chip merupakan masalah industri yang luas, tidak hanya menyangkut satu perusahaan.

Kepala divisi yang bernama TM Roh bahkan pernah dikabarkan mengadakan pertemuan penting dengan CEO Micron, Sanjay Mehrotra, pada ajang CES 2026 di Las Vegas. Langkah ini tergolong jarang, karena rapat seperti ini umumnya tidak dilakukan di tengah acara pameran teknologi.

Adapun tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk mengamankan pasokan RAM LPDDR5X untuk Galaxy S26 series, sekaligus mengurangi risiko lonjakan harga yang lebih besar di masa depan. 

Pada tahun 2025 kemarin, modul RAM LPDDR5X 12 GB sempat dikabarkan naik harga dari semula 33 dolar AS (Rp 500 ribuan) di awal tahun menjadi lebih dari 70 dolar AS (Rp 1,1 jutaan) di November 2025. Kenaikan ini mencapai lebih dari 2x lipat dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Harga iPhone 18 diprediksi bakal melonjak tinggi

Persoalan kenaikan harga ini berpotensi berlanjut hingga enam bulan terakhir di tahun 2026 ini, bertepatan dengan peluncuran generasi iPhone berikutnya, yakni iPhone 18 series dan iPhone lipat perdana Apple. 

Selama ini, Apple kerap menandatangani kontrak jangka panjang dengan pemasok chip guna mengunci harga. Akan tetapi, karena kondisi pasar yang sedang tidak stabil, Samsung dan SK Hynik konon sekarang hanya bersedia menandatangani kontrak hingga enam bulan pertama di tahun 2026. 

Dengan ruang negosiasi harga yang semakin sempit, Apple agaknya harus mengikuti arus harga pasar yang ujungnya berdampak pada kenaikan harga jual iPhone ke konsumen.

Ya, jika sebelumnya iPhone di Indonesia sudah tergolong mahal, iPhone 18 nanti tampaknya bakal lebih mahal lagi dari biasanya. Tentunya ini tak hanya akan berlaku untuk Apple saja, namun menjadi tantangan besar yang mesti dihadapi seluruh industri gadget.

Ke depannya, tak heran jika konsumen akan melihat ponsel flagship yang kian mahal, seiring dengan meningkatkan biaya komponen utama seperti RAM dan memori.