Vivo X300s resmi diumumkan untuk pasar China dengan ukuran layar lebih besar dari X300 standar.
HP ini adalah yang pertama di lini seri X dengan refresh rate layar 144 Hz dan baterai jumbo 7.100 mAh.
Seperti Pro dan Ultra, Vivo X300s kompatibel dengan aksesoris teleconverter kit khusus untuk meningkatkan jangkauan zoom.
Penjualan perdananya di China baru akan dilakukan pada 3 April mendatang.
Setelah sukses menelurkan seri flagship Vivo X300 dan X300 Pro di Indonesia, kini pihak perusahaan resmi mengumumkan kehadiran Vivo X300s di China. Berbeda dengan Vivo X300 yang menonjolkan bodi compact, Vivo X300s lebih menonjolkan layar yang lebar dengan refresh rate yang lebih baik.
Keunggulan smartphone ini tentunya terletak pada sektor fotografi, di mana Vivo menyematkan rangkaian kamera yang diracik bersama Zeiss. Kamera utamanya beresolusi 200 MP dengan sensor Samsung HPBr yang mendukung stabilitasi CIPA 4.5. Hal ini membuatnya sanggup menghasilkan video yang lebih stabil serta foto yang lebih memukau di kondisi low-light.
Vivo X300s juga dirancang agar menyerupai Ultra dalam hal kompatibilitas dengan aksesori tambahan. Sebab ponsel ini mendukung teleconverter kit G2 (Lipstick 200) yang dapat menjangkau zoom hingga 200 mm.
Table of Contents
Spesifikasi Vivo X300s
Chipset: Perihal dapur pacu, Vivo X300s disematkan dengan chipset MediaTek Dimensity 9500 serta chip pencitraan Vivo V3+ untuk menangani pemrosesan gambar secara real-time.
RAM dan penyimpanan: Ponsel ini hadir dengan opsi RAM LPDDR5X sebesar 12 GB atau 16 GB serta penyimpanan UFS 4.1 hingga 1 TB.
Layar: Berbeda dengan Vivo X300 yang hanya 6,31 inci, kali ini X300s dibekali layar berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K (2.800 x 1.260 piksel) dan aspek rasio 20:9. Layar HP ini menjadi yang pertama di seri Vivo X dengan refresh rate 144 Hz.
Panel layar yang digunakan menggunakan teknologi 8T LTPO dengan substrat luminesen Q10 Plus, dilengkapi dengan dukungan HDR10+, PWM Dimming 2.160 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nit, dan cakupan warna 100 persen P3. Layar ini mendukung mode asli 144 FPS untuk judul permainan Honor of Kings dan telah dilapisi kaca proteksi Armor Glass.
Kamera: Vivo kembali menjalin kerja sama dengan produsen optik asal Jerman, yakni Zeiss. Kamera utamanya menggunakan sensor 200 MP Samsung HPBr (1/1,4 inci) dengan aperture f/1,68 dan fitur OIS bersertifikat CIPA 4.5.
Kamera pendampingnya terdiri atas ultrawide 50 MP (f/2,0) serta periskop telefoto 50 MP Sony Lytia 602 yang mendukung sertifikasi Zeiss APO, zoom optis 3,5x, fitur makro telefoto, lapisan Zeiss T*, dan juga OIS. Di depan, tersemat kamera 50 MP (f/2,0) untuk menunjang selfie dan panggilan video.
Vivo turut memperkenalkan teknologi Zoom Flash II yang menggunakan material LED terbaru untuk meningkatkan reproduksi warna hingga 14 persen, serta mendukung lebih dari 10 mode pencahayaan bergaya film.
Dari segi software, terdapat juga fitur Blueprint Color Palette untuk pengaturan filter kustom, serta AI Creation Camera yang dapat memproses adegan (scene) secara real-time dengan akurasi tone kulit yang tinggi untuk style fotografi tertentu, misalnya tema cosplay dan perjalanan.
Baterai dan pengisian daya: Untuk menunjang mobilitas, Vivo X300s difasilitasi dengan baterai jumbo 7.100 mAh serta pengisian daya 90 watt via kabel. Pengisian nirkabel 40 watt juga tersedia, begitu pun dengan reverse wireless charging untuk mengisi daya perangkat lain.
Software: Perangkat ini berjalan pada sistem operasi Android 16 terbaru dengan antarmuka OriginOS 6 secara out-of-the-box.
Bodi: Vivo X300s hadir dengan dimensi 161,98 x 75,48 x 8 mm (ketebalan) serta bobot 217 gram. Ponsel ini mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 untuk perlindungan terhadap debu, rendaman air, hingga semprotan air bertekanan dan bersuhu tinggi.
Fitur-fitur lain: Sensor sidik jari ultrasonik di layar, speaker stereo dengan dukungan Hi-Fi audio, port USB-C, konektivitas 5G SA/NSA, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, dan dukungan GPS multi-sistem yang mencakup NavIC juga turut disediakan.
Harga dan ketersediaan
Selain menghadirkan unit ponsel, Vivo juga menyediakan aksesoris teleconverter G2 yang dirancang khusus untuk meningkatkan jangkauan zoom.
Aksesoris ini memiliki bobot 153 gram dengan panjang 96 mm, serta menggunakan struktur optik 15 elemen dan mampu menunjang perekaman video potret hingga jangkauan 200 mm.
Dengan adanya kompatibilitas aksesori ini pada X300s, pengguna kini memiliki alternatif ponsel murah ketimbang harus membeli X300 Pro maupun Ultra. Namun memang, teleconverter kit yang didukung Ultra lebih baik karena bisa menjangkau jarak 400 mm.
Di China, Vivo X300s hadir dalam beberapa varian harga, yakni sebagai berikut, sebagaimana dirangkum 91Mobiles Indonesia dari GizmoChina.
Ponsel ini sudah dapat dipesan di China dan akan mulai dijual secara umum pada 3 April mendatang. Sejauh ini masih belum diketahui apakah HP ini bakal dibawa masuk ke Indonesia atau tidak, lantaran belum terdaftar di laman TKDN Kemenperin maupun Postel Komdigi. Ini kontras dengan Vivo X300 Ultra yang sudah mendapatkan dua sertifikat tersebut, menjadi versi Ultra perdana yang dirilis untuk pasar di luar China, termasuk Indonesia.