
Vivo kembali memperkuat posisinya di pasar smartphone di Indonesia dengan mendaftarkan perangkat baru untuk segmen entry-level. Ponsel dengan nama pemasaran Vivo Y05e telah resmi muncul di database sertifikasi Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Postel), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Hal ini menandakan peluncurannya di Tanah Air dalam waktu dekat.
Berdasarkan pantauan 91Mobiles Indonesia pada laman Postel, perangkat dengan nomor model V2606 sudah didaftarkan oleh PT Vivo Mobile Indonesia dengan nomor sertifikat 122014/DJID/2026. Sertifikat ini terbit pada Selasa, 19 Mei 2026, dan secara eksplisit memperlihatkan “Vivo Y05e” sebagai nama pemasarannya, sebagaimana terlihat di tautan ini.
Kehadirannya di Postel merupakan tahap final sebelum sebuah perangkat telekomunikasi dapat diperjualbelikan di Indonesia secara resmi. Sebelumnya, nomor model V2606 juga sudah menampakkan diri pada laman sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan nomor TKDN 35,10 persen.
Data dari berbagai lembaga sertifikasi internasional telah memberikan gambaran teknis yang lebih detail terkait kemampuan Vivo Y05e, yakni sebagai berikut.
Dari namanya, terlihat bahwa Vivo Y05e diposisikan sebagai varian yang lebih terjangkau di bawah varian Vivo Y05 standar. Spesifikasi lengkap varian “e” ini memang tergolong masih minim, namun kita bisa memiliki gambaran jika mengacu pada informasi teknis dari Vivo Y05 di pasar global.
Vivo Y05 hadir dengan baterai jumbo 6.500 mAh, layar berukuran 6,74 inci HD Plus dengan refresh rate 120 Hz, serta ditenagai chipset Unisoc T7225. Ponsel ini dibekali kamera belakang tunggal 8 MP dengan kamera depan 5 MP.
Dengan spesifikasi yang disesuaikan, Vivo Y05e diprediksi akan masuk segmen harga lebih murah. Di India, ponsel ini diprediksi akan dibanderol di bawah 10.000 rupee (Rp 1,8 jutaan), lebih murah dibandingkan Vivo Y05 yang dijual sekitar 12.999 rupee (Rp 2,3 jutaan).
Soal kapan Y05e akan rilis di Tanah Air, tanggal peluncuran resminya belum diumumkan oleh pihak Vivo Indonesia. Rekam jejak sertifikasi Postel menunjukkan bahwa produk biasanya akan diluncurkan dalam waktu hitungan minggu setelah terbitnya sertifikat.
Kemunculan nomor model V2606 di database TDRA (Uni Emirat Arab) dan FCC juga memperkuat indikasi bahwa peluncuran ini akan dilakukan secara serentak di berbagai wilayah global, termasuk Indonesia.