
Asus telah mulai memasarkan ROG Xbox Ally dan Xbox Ally X, duo konsol game handheld terbarunya hasil kolaborasi dengan Microsoft. Setelah lebih dulu melalui sesi pre-order hingga 15 Oktober, kedua perangkat kini sudah bisa dibeli langsung melalui toko ritel Asus Store, ROG Store, dan situs Asus Indonesia.
ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X sebenarnya baru akan diluncurkan pekan depan. Sebelum itu, Asus menggelar sesi hands-on di kantornya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Ikuti hasil penelusuran kedua konsol dalam rangkaian foto oleh 91Mobiles Indonesia di bawah.
Table of Contents
Desain: Lebih ergonomis, ciri khas Xbox
Dibandingkan konsol ROG Ally terdahulu, ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X segera tampak berbeda dengan bagian controller bergagang yang segera mengingatkan pada gamepad Xbox. Bukan cuma beda tampilan, desain baru tersebut membuat kedua konsol jadi lebih nyaman digenggam.
Seperti sebelumnya, di permukaan terdapat sejumlah tombol kendali seperti tombol view, tombol menu, L&R Hall Effect analog triggers, L&R bumpers, D-pad, Command Center Button, Armoury Crate Button, tombol ABXY, 2x assignable grip buttons, dan 2x stik analog full-size, berikut HD haptics dan Gyro 6-axis IMU.
Satu tambahan yang ada di rangkaian tombol sisi kiri adalah tombol Xbox yang bisa ditekan utnuk memunculkan menu Game bar. Tombol ini juga bisa ditekan dan ditahan (long press) untuk memanggil Task Switcher, apabila pengguna ingin berpindah aplikasi.
Di sisi kanan, bersebelahan dengan rangkaian tombol ABXY, terdapat tombol Library untuk melihat aneka judul game yang terdapat di perangkat. Antarmuka Xbox full screen experience yang baru dan terpasang secara default menyatukan judul-judul game dari semua platform di satu tempat agar pengguna tak perlu repot membuka game store masing-masing.
Selain toko Xbox, pengguna ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X bisa memasang game dari berbagai store front lain seperti Steam, Battle.net, Epic Games, dan GOG.
Command Canter dan Armoury Crate SE kini diintegrasikan ke dalam Game Bar. Armoury Crate SE bisa dgunakan untuk beberapa hal seperti mengatur pencahayaan ring light di sekeliling stik analog dan kustomisasi fungsi tombol-tombol yang ada di perangkat.
Dilihat dari atas, tampak bahwa Asus turut mempertahankan layout konekltor dari ROG Ally X sebelumnya di ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X. Di sebelah kanan terdapat dua buah konektor USB C, tapi jenis interface-nya berbeda antara kedua konsol.
ROG Xbox Ally menghadirkan dua buah USB 3.2 Gen 2 tipe C, sedangkna Xbox Ally X memiliki satu buah USB 3.2 Gen 2 tipe C dan satu buah USB 4 Tipe C yang lebih kencang dan mendukung Thunderbolt 4, berikut DisplayPort 1.4 dengan Freesync.
Spesifikasi: Beda harga, beda hardware
Selain konektivitas USB tadi, tampilan luar ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X sebenarnya identik, baik dari rangkaian tombol yang tersedia hingga layarnya yang sama-sama menggunakan panel IPS LCD 7 inci (1.920 x 1.080 piksel, 120 Hz, FreeSync, Gorilla Glass Victus).
Hanya warnanya saja yang berbeda. Masing-masing tersedia dalam varian warna tunggal, yaitu putih untuk ROG Xbox Ally dan Hitam untuk ROG Xbox Ally X. Namun, terdapat selisih harga yang jauh di antara kedua konsol. ROG Xbox Ally dijual Rp 10 juta, sementara ROG Xbox Ally X lebih mahal Rp 5 juta.
Penyebabnya tak lain dari segi hardware di dalamnya. Dari segi memori, misalya, ROG Xbox Ally dibekali RAM LPDDR5 16 GB dan SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 2280 sebesar 512 GB. Sedangkan, ROG Xbox Ally X memiliki RAM LPDDR5X 24 GB berikut SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 2280 berkapasitas 1 TB.
Perbedaan terpenting ada di prosesor yang digunakan. ROG Xbox Ally ditenagai chip AMD Ryzen Z2A dengan 4 core (8 thread) CPU berarsitektur Zen 2, berikut GPU RDNA 2 8-core. Konsumsi dayanya 6-20 watt.
Sementara, ROG Xbox Ally X datang dengan prosesor yang lebih bertenaga, yakni AMD Ryzen Z2 Extreme dengan 8 core (16 thread) CPU berarsitektur Zen 5, serta GPU RDNA 3.5 16-core. Konsumsi dayanya diatur antara 15-35 watt.
Selain lebih powerful, chip Ryzen Z2 Extreme di ROG Xbox Ally X juga memiliki unit NPU untuk pengolahan AI dengan daya komputasi 50 TOPS.
Salah satu manfaat dari kehadiran NPU ini adalah ROG Xbox Ally X akan bisa menjalankan teknologi upscaling Automatic Super Resolution (Auto SR) yang akan dihadirkan AMD pada 2026. Auto SR tak bakal tersedia di ROG Xbox Ally karena prosesornya tidak memiliki NPU.
Meskipun lebih future-proof, banderol ROG Xbox Ally X jauh lebih tinggi dibanding ROG Xbox Ally yang sebenarnya sudah cukup bertenaga untuk menjalankan aneka game Windows di resolusi 720p. Keputusan akhir mengenai mana yang lebih layak dipilih tentu berpulang ke masing-masing pengguna.
Perbandingan selengkapnya antara Asus ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X dapat disimak dalam aritkel 91Mobiles Indonesia di tautan berikut.










