
Perangkat-perangkat headset dan kacamata pintar di masa depan bakal dibekali sistem operasi khusus dari Google. Namanya Android XR, kependekan dari “extended reality” yang merupakan sebutan Google untuk device yang menjalankannya.
Diperkenalkan pekan lalu, Android XR dikembangkan lewat kerja sama antara Google dan Samsung. Sistem operasi ini digadang-gadang bakal didukung oleh ekosistem pengembang aplikasi dan pabrikan hardware yang ikut digandeng oleh Google.
Menurut penjelasan Google dalam sebuah posting blog, Android XR kini sudah tersedia untuk developer serta mendukung tool seperti ARCore, Android Studio, Jetpack Compose, Unity, dan OpenXR, sehingga dapat langsung digunakan utnuk membuat aplikasi maupun game.
Perangkat Android XR pertama, yakni headset berkode nama Project Moohan dari Samsung, diharapkan sudah bisa dibeli pada tahun 2025 mendatang, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari The Verge.

Android XR juga mendukung aplikasi-aplikasi Android versi smartphone dan tablet dari PlayStore, seperti halnya Apple mendukung aplikasi iPad di Vision Pro.
Selain perangkat headset, Android XR juga mendukung perangkat kacamata pintar untuk dikenakan sepanjang hari. Dengan integrasi Gemini AI, kacamata pintar yang menjalankan Android XR dijanjikan bisa memberikan informasi yang diperlukan kapanpun dengan mudah, tanpa harus mengeluarkan ponsel.
Google meyakini integrasi dengan asisten digital berbasis AI adalah kunci sukses bagi perangkat-perangkat headset dan kacamata pintar yang menjalankan Android XR. Namun, Android XR sendiri kini masih sangat baru. Masih perlu dilihat apakah nanti Google berhasil membangun ekosistemnya dan minat pengguna atau tidak.










