
Huawei menjadi pabrikan pertama yang mengomersialkan perangkat HP lipat tiga lewat perangkat bernama Mate XT yang juga dipasarkan di Indonesia. Kini, vendor asal China tersebut kabarnya sedang mengembangkan generasi kedua dari ponsel tri-fold besutannya.
Rumor tentang smartphone itu belakangan mulai beredar di internet lewat media sosial China, Weibo. Kabarnya, bocoran-bocoran yang diungkap oleh tipster Digital Chat Station (DCS) ini berasal dari dokumen regulator telekomunikasi China, TENAA, yang mengacu pada HP tri-fold generasi kedua Huawei dengan nomor model “GRL-AL20”.
DCS mengatakan bahwa ponsel tri-fold kedua dari Huawei -sebut saja Mate XT 2-tersebut akan dibekali chipset N-1 Kirin 9020 yang mendukung konektivitas satelit, meskipun fitur itu agaknya hanya akan eksklusif berlaku di China.

Dalam posting yang diunggahnya ke Weibo, DCS juga menyebutkan bahwa Huawei Mate XT 2 akan memiliki sistem kamera yang lebih canggih, termasuk kamera utama 50 MP dengan variable aperture dan kamera telephoto berlensa periskop.
Huawei Mate XT generasi pertama yang ada sekarang sebenarnya sudah dibekali kamera utama 50 MP dan kamera periskop. Namun, di Mate XT 2, kamera utama dan kamera periskop itu agaknya bakal mendapat upgrade, entah berupa sensor dengan piksel yang lebih besar atau hal lain.
Sebagaimana dihimpun dari Phone Arena, Huawei Mate XT 2 kabarnya akan meluncur pada September mendatang. Apabila benar, maka Mate XT 2 akan hadir lebih dulu dibanding calon kompetitornya, HP tri-fold pertama dari Samsung.
Menurut kabar lain, ponsel lipat tiga dari Samsung akan bernama Galaxy Z Trifold dan baru bakal meluncur pada Oktober. Berbeda dari Mate XT, ponsel dari Samsung ini diduga akan memiliki layar cover screen untuk dipakai ketika ponsel dalam keadaan terlipat. Akan halnya Mate XT, saat dilipat, maka salah satu lipatan layar utamanya akan berfungsi sebagai display di bagian luar.

Di luar segelintir bocoran di atas, masih belum banyak yang diketahui mengenai Huawei Mate XT 2. Sebagai gambaran, Huawei Mate XT generasi pertama memiliki layar berukuran 10,2 inci saat terbentang penuh, 7,9 inci saat dilipat sekali, dan 6,4 inci saat dilipat sepenuhnya.
Mate XT Ultimate yang dirilis di Indonesia ditenagai chip Kirin 9010, RAM 16 GB, media internal 1 TB, kamera utama 50 MP (f/1.4-4.0, OIS), kamera telephoto periskop 12 MP (f/3.4, OIS, optical zoom 5,5x), kamera ultrawide 12 MP (f/2.2), dan kamera selfie 8 MP (f/2.2) baterainya berkapasitas 5.600 mAh dengan dukungan fast charging 66 watt dan wireless fast charging 50 watt.
Semua keunggulan Huawei Mate XT mesti ditebus dengan harga selangit karena banderolnya di Indonesia mencapai Rp 53 juta saat pertama kali diluncurkan. Mate XT 2 pun kemungkinan bisa mencapai angka itu, kalau bukan lebih mahal.