
Meskipun sudah resmi meluncur sejak September lalu, lini ponsel terbaru Apple, iPhone 16, hingga kini masih belum dipasarkan di Indonesia karena terganjal sertifikasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang sudah kedaluwarsa. Sertifikat yang diperlukan untuk bisa menjual HP itu tidak bisa diperpanjang oleh Apple lantaran belum memenuhi komitmen investasinya di Indonesia.
Nah, dalam rangka upaya membujuk pemerintah agar mendapat sertifikasi TKDN supaya bisa menjual iPhone 16, kabar terbaru dari Bloomberg menyebutkan bahwa Apple menawarkan tambahan investasi di Indonesia
Menurut sumber anonim yang dikutip oleh Bloomberg, nilai tawaran investasi baru Apple ini mencapai 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,58 triliun. Angka tersebut 10 kali lebih besar dibandingkan tawaran tambahan investasi sebelumnya dengan nilai 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 158 miliar.
Sebelumnya, pada awal November 2024, Apple dikabarkan menawarkan investasi 10 juta dollar AS tersebut untuk membangun pabrik aksesori di Bandung dengan menggandeng sejumlah rekanan pemasok komponennya. Namun pemerintah Indonesia tetap bergeming.
Menurut Kementerian Perindustrian, realisasi investasi Apple di Indonesia masih relatif kecil, hanya Rp 1,48 triliun, dibandingkan dengan banyaknya produk perusahaan AS itu yang masuk ke pasar dalam negeri. Menurut catatan kemenperin, nilai penjualan Apple di Indonesia mencapai Rp 30 triliun. Itu pun hanya dari penjualan produk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT).
Proposal tambahan investasi baru senilai 100 juta dollar AS disebut sudah diajukan ke Kemenperin. Pihak Kemenperin kabarnya meminta Apple untuk mengubah rencana investasinya agar lebih fokus pada penelitian dan pengembangan (R&D) untuk smartphone di Indonesia. Kemenperin disinyalir belum membuat keputusan akhir tentang proposal Apple.
Janji tambahan investasi 100 juta dollar tedengar cukup besar, tapi sebenarnya kecil jika dibandingkan dengan sumberdaya finansial Apple yang merupakan salah satu perusahaan terkaya di dunia.
Meskipun demikian, hal tersebut mencerminkan keseriusan Apple menyasar pasar Indonesia yang memiliki populasi sekitar 278 juta orang, lebih dari separuhnya berusia di bawah 44 tahun dan dikategorikan tech savvy sehingga menjadi konsumen potensial.










