
HP lipat biasanya punya kamera yang tak secanggih smartphone flagship sehingga kurang bisa diandalkan. Motorola agaknya hendak mengubah anggapan tersebut lewat produk foldable book style pertamanya, Razr Fold.
Selain berbodi ramping dan memiliki ketahanan tinggi, fokus lain dari perangkat ini adalah kemampuan fotografinya lewat penerapan rangkaian kamera mumpuni. Terdapat lima buah kamera yang terdiri dari dua kamera depan (masing-masing di layar utama bagian dalam dan layar luar) serta tiga kamera belakang.
Table of Contents
Head of Global Product Marketing Motorola Mobility Nicole Hagen mengatakan bahwa aspek kamera di Razr Fold mendapat penekanan khusus dari Motorola. Dia menjelaskan bahwa Motorola bermitra dengan DxOMark, perusahaan digital imaging terkenal yang banyak menjadi acuan kualitas kamera, untuk menguji Razr Fold.
“Hasilnya, kamera Razr Fold berhasil memperoleh pengakuan Gold Label dari DxOMark dengan skor sebesar 164 poin. Itu merupakan yang terbaik untuk perangkat foldable serta masuk urutan 10 besar smartphone terbaik,” ujar Hagen dalam acara press briefing Motorola di Barcelona, Spanyol, Minggu (1/3/2026).
Kamera utama Motorola Razr Fold menggunakan sensor Sony Lytia 828 berukuran 1/1,28 inci (f/1.6, OIS), sedangkan kamera telephoto dibekali sensor Sony Lytia 600 50 MP dengan lensa periskop berjangakuan zoom optis 3x (f/2.4, OIS) yang diklaim mampu melakukan lossless zoom hingga 6x.
Kamera ultrawide beresolusi 50 MP dengan lensa berbidang pandang 122 derajat (f/2.0) sehingga lebih lebar dari kebanyakan ponsel Android. Adapun dua kamera depan berbeda resolusi, yakni 20 MP (f/2.4) untuk kamera di layar utama dan 32 MP (f/2.4) untuk kamera di cover screen.
Kebetulan, 91mobiles Indonesia ikut hadir dalam acara press briefing Motorola di Barcelona dan sempat menjajal kameranya barang sejenak. Kami membidik gereja terkenal Sagrada Familia yang tampak di kejauhan dari lokasi acara di sebuah gedung bertingkat.
Aplikasi kamera di Razr Fold menyediakan tingkat zoom default 0,5x; 1x; 2x (pembesaran dari kamera utama); 3x; dan 6x (pembesaran dari kamera telephoto. Itu saja sudah memberikan rentang jangkauan yang luas, tapi Motorola tetap menyediakan digital zoom hingga 100x.
Terdapat fitur jendela framing assist dan stabilisasi yang membantu membidik obyek jauh di tingkat zoom sangat tinggi. Tampilan viewfinder memberikan preview gambar yang sangat buram seperti bisa.
Namun, yang bikin kaget, begitu membuka foto jepretan di zoom tinggi lewat aplikasi galeri, tiba-tiba gambar buram tadi berubah menjadi tajam dengan detil yang sangat kaya untuk ukuran zoom 100x. Bedanya sangat jauh dari sebelumnya, seperti bisa dilihat dalam beberapa contoh di artikel ini.
Rahasianya adalah rekonstruksi gambar dengan AI yang dilakukan oleh ponsel setelah gambar dijepret. Ponsel-ponsel flagship modern lain seperti Oppo Find X9 Pro dan Vivo X300 Pro sebenarnya sudah menerapkan hal serupa, tapi implementasi di Razr Fold agaknya lebih baik karena lebih tajam dan detil.
Meskipun, masih ada kekurangan seperti hasil yang cenderung tampak seperti lukisan cat air dan sulit untuk memverifikasi apakah foto hasil rekonstruksi AI memang sesuai dengan aslinya atau tidak.
Kendati demikian, upaya Motorola mengoptimalkan kamera Razr Fold patut diapresiasi. Bersama dengan produk-produk lain seperti Honor Magic V6 yang juga baru diperkenalkan di Barcelona, agaknya Razr Fold membuktikan bahwa kamera HP lipat kini tak bisa dipandang sebelah mata.