Samsung Galaxy S26 Versi Exynos 2600 Bakal Dijual Terbatas?
Pada awal Desember 2025, Samsung memperkenalkan
chipset flagship terbarunya,
Exynos 2600.
Chip yang dibangun dengan proses fabrikassi 3 nm GAP ini memiliki
core CPU
custom dan GPU Xclipse baru hasil kerja sama dengan AMD.
Exynos 2600 digadang-gadnag bakal memberikan stabllitas
thermal yang lebih baik, pemrosesan AI
on-device lebih mumpuni, dan manajemen daya lebih efisien. Spekulasi pun ramai beredar bahwa Exynos 2600 bakal digunakan di lini HP
flaghsip Samsung generasi berikutnya, Galaxy S26 Series.
Namun, kabar terbaru yang beredar
dari China menyebutkan bahwa Exynos 2600 kemungkinan hanya akan digunakan di Galaxy S26 yang dipasarkan di pasaran domestik Samsung saja, yakni Korea Selatan. Sementara, Galaxy S26 yang dipasarkan di wilayah dunia selebihnya disebut bakal tetap menggunakan
chip Snapdragon seri 8.
Chipset Exynos terakhir mengemuka di
Galaxy S25FE (Exynos 2400), sedangkan anggota lain dari lini
flagship tersebut diketahui menggunakan
chip Snapdragon 8 Elite. Sebelumnya,
chip Exynos 2400 juga digunakan di Galaxy S24 dan S24 Plus.
Tidak jelas apa alasan Samsung membatasi peredaran Galaxy S26 dengan chip Exynos 2600 hanya di Korea Selatan, kalaupun kabar tersebut benar adanya. Ada kemungkinan Samsung ingin menguji lebih dulu keandalan
chip Exynos buatannya di lingkup pasar yang lebih kecil sebelum menerapkannya secara lebih meluas.
Faktor lain boleh jadi adalah persaingan dengan
chip Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang menghadirkan peningkatan signifikan. Dengan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Samsung bisa memastikan konsistensi kinerja di antara model-model Galaxy S26 sekaligs memastikan mereka tetap kompetitif dibanding
flagship lain.
Namun, laporan di atas juga agak meragukan karena, saat melepas jajaran ponsel Galaxy S dengan dua
chip berbeda, Samsung biasa merilisnya di banyak negara. Sebagian mendapat Snapdragon, lainnya Exynos. Kepastan soal ini agaknya baru bisa diperoleh menjelang penuncuran Galaxy S26 Series pada awal 2026.