
Motorola akhirnya memboyong Razr Fold ke Indonesia. HP lipat bergaya buku (book-style) ini melengkapi jajaran ponsel foldable dari sang pabrikan, setelah awal tahun ini lebih dulu merilis clamshell Razr 60.
Jajaran produk Motorola di Tanah Air kini lengkap dan mengisi semua segmen harga, mulai dari Moto G di kelas entry-level, seri Edge di papan tengah, hingga Signature serta Razr Flip dan Razr Fold di urutan teratas.
Razr Fold menjadi HP lipat book-style pertama Motorola, sekaligus ponsel termahal dari pabrikan tersebut dengan banderol harga mendekati Rp 30 juta. Simak tampilan selengkapnya dalam penelusuran singkat di bawah.
Table of Contents
Motorola memamerkan Razr Fold dalam sebuah acara perkenalan yang digelar di Jakarta (15/7/2026). Ada beberapa unit ritel dari ponsel tersebut yang ditampilkan, masing-masing masih dalam kotak kemasan versi ritel yang tersegel rapat.
Boks Razer Fold berbentuk persegi untuk mengakomodasi ponsel yang ditempatkan di dalamnya dalam keadaan terbentang, seperti umumnya HP foldable book-style. Tampilannya relatif polos dengan warna dasar hitam dan logo “Razr Fold” di sisi depan.
Seperti perangkat-perangkat foldable book-style lainnya belakangan ini, Razr Fold mengedepankan bodi yang ramping sehingga mudah dibawa-bawa. Ketebalannya hanya 4,6 mm ketika dibentangkan, atau 9,9 mm saat dilipat.
Aspek layout tombol terbilang tak terlalu berbeda dibanding ponsel lain pada umumnya, baik jenis lipat maupun candybar konvensional. Di luar tambahan tombol AI khusus, hanya ada dua tombol pengatur volume dan tombol daya yang sekaligus merangkap sebagai pemindai sidik jari.
Dari segi dapur pacu, Razr Fold ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5. Memang bukan yang teratas seperti foldable book-style lain, tapi kinerjanya sudah sangat memadai untuk berbagai aktivitas seperti bekerja hingga bermain game kompetitif. Motorola memadukannya dengan konfigurasi memori tunggal 12 GB/256 GB.
Baterainya tergolong istimewa untuk ukuran HP lipat, dengan kapasitas mencapai 6.000 mAh. Angka tersebut diklaim merupakan yang terbesar untuk jenis perangkatnya. Motorola turut menyematkan dukungan fast charging 80 watt dan fast wireless charging 50 watt.
Satu hal lagi andalan Razr Fold adalah rangkaian kameranya yang bukan hanya lengkap, tetapi juga datang dengan spesifikasi mumpuni. Kamera utama dibekali sensor 50 MP Sony Lytia 828 (f/1.6, OIS) dengan multi-spectral 3-in-1 light sensor.
Dua kamera pendampingnya masing-masing adalah kamera telephoto periskop bersensor 50 MP Sony Lytia 600 (f/2.4, optical zoom 3x, OIS) dan kamera ultrawide 50 MP (f/2.0, FoV 122 derajat, AF).
Menggunakan kamera belakang untuk foto atau merekam video diri sendiri sangat mudah dilakukan karena Razr Fold bisa menampilkan preview kamera di layar sekunder yang menghadap ke arah pengguna ketika dibentangkan.
Apabila ingin mengambil gambar dengan kamera depan saja, terdapat dua unit yang disediakan, yaitu kamera 32 MP (f/2.4) di cover screen dan kamera 20 MP (f/2.4) di pojokan layar utama bagian dalam.
Situs digital imaging DxOMark telah melakukan evaluasi terhadap kemampuan kamera Razr Fold pada Februari lalu, lantas menobatkannya sebagai HP foldable berkamera terbaik.