
Motorola dikenal memiliki lini foldable bergaya clamshell alias flip, yakni Razr. Dalam ajang CES 2026 di awal tahun, pabrikan tersebut untuk pertama kalinya memperkenalkan ponsel lipat book style bernama Razr Fold. Ketika itu belum banyak detil yang diungkap.
Nah, pada 1 Maret, sehari sebelum konferensi Mobile World Congress 2026 dimulai di Barcelona, Spanyol, Motorola kembali memboyong Razr Fold untuk dipamerkan kepada wartawan dan tech reviewer dalam sebuah acara media briefing di kota yang sama.
Kebetulan 91mobiles Indonesia berkesempatan hadir di lokasi untuk menjajal Razr Fold. Ikuti hasil penelusuran kami selengkapnya dalam ulasan singkat berikut.
Table of Contents
Berbeda dari lini HP lipat clamshell Razr yang memanfaatkan mekanisme folding untuk membuat ukuran fisik menjadi lebih kecil, Razr Fold justru menggunakannya untuk menghadirkan layar lebih lebar dengan aspect ratio cenderung persegi sehingga menyerupai tablet.
Layar utama di perangkat ini bisa diakses saat dibentangkan. Diagonalnya mencapai 8,1 inci (2K) dengan panel LTPO AMOLED 1-120 Hz. Saat terlipat, Razr Fold bisa digunakan layaknya smartphone konvensional dengan layar luar berdiagonal 6,6 inci yang memiliki refresh rate tinggi, mencapai 165 Hz.
Head of Global Product Marketing Motorola Mobility Nicole Hagen mengatakan bahwa layar luar Razr Fold berlapis kaca pelindung Gorilla Glass Ceramic 3 sehingga menjadi HP foldable pertama yang menggunakannya.
“Selain tangguh, perangkat ini juga tipis karena ketebalannya hanya 4,7 mm saat dibentangkan dan 9,9 mm ketika dilipat. Bobotnya 240 gram dan memiliki rating IP48/ IP49, serta bisa bertahan untuk 10 tahun pemakaian,” ujar Hagen saat memperkenalkan Razr Fold dalam peresentasi.
Saat 91mobiles Indonesia coba menggenggamnya, Razr Fold memang terasa ramping dan ringan. Crease alias bekas lipatan di layar utama relatif tak terlihat ketika perangkat digunakan, meskipun masih bisa tampak apabila layar dimiringkan dan terasa saat diraba dengan jari.
Razer Fold menyediakan beberapa mode penggunaan seperti laptop mode di mana layar terbuka setengah dan sisi bawahnya digunakan layaknya tombol keyboard. Ada pula mode tenda yang unik karena bisa diatur untuk senantiasa menampilkan tanggal, notifikasi, atau keterangan waktu lewat fitur bernama Desk Display.
Seperti biasa, Motorola menerapkan fitur-fitur kecerdasan buatan dalam suite Moto AI, termasuk untuk photo enhancements secara real time. Pengolahan AI secara on-device membutuhkan tenaga besar. Sebab itu, lanjut Hagen, Razr Fold menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 5.
Kapasitas baterai Razr Fold juga termasuk besar untuk ukuran foldable dengan angka 6.000 mAh, lengkap dengan fast charging 80 watt dan wireless fast charging 50 watt. Adapun sistem operasi yang digunakan adalah Android 16 dengan jaminan upgrade versi Android sebanyak 7 tahun alias 7 generasi, dengan periode yang sama untuk patch sekuriti.
Unit Razr Fold yang dijajal oleh 91mobiles Indonesia memiliki RAM berkapasitas 16 GB dan media internal 512 GB. Motorola masih belum mengungkapkan pilihan konfigurasi memori apa saja yang nantinya bakal tersedia. Harga dan jadwal ketersediaannya pun masih misterius.
Yang jelas, Razr Fold akan tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Keduanya memiliki finishing berbeda. Punggung varian Blackened Blue memiliki tekstur serupa pola rajutan, sementara Lily White cenderung polos.
Motorola kemungkinan akan mengungkap lebih banyak informasi mengenai Razr Fold dalam waktu dekat. Kita tunggu saja.